
Foto Bersama Karya Siswa Prodi Ketahanan Nasional Angkatan 2005.
Nenggi Kenggi secara etimologi artinya tanganku dan tanganmu, atau tangan pihak lain. Dalam konteks individu saja melibatkan dua tangan sangat penting untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan. Pada konteks Sosial saling terlibat dalam suatu aktivitas kerja sama sangat penting sehingga memberikan arti bagi manusia sebagai makhluk sosial; tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Jadi tunggu apa lagi mari kita Lakukan Hukum Cinta Kasih.
Titus 2:11-15
TUGAS MEMBERITAKAN INJIL
"Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah." Titus 2:15
Misi Allah mengutus puteraNya yang tunggal Yesus Kristus adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Jadi oleh kasih karunia Allah kita diselamatkan. Demikianlah firman Tuhan, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah," (Efesus 2:8). Namun, karunia tersebut juga mengandung tugas dan tanggung jawab bagi kita sebagaimana yang diamanatkan oleh Tuhan Yesus sebelum la terangkat ke sorga, Dia menghendaki kita untuk tidak berdiam diri saja, melainkan melangkah keluar dan menyaksikan karunia keselamatan itu kepada orang lain, "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8).
Tugas memberitakan Injil dan menjadi saksiNya adalah tugas semua orang percaya, bukan hanya menjadi tugas para pendeta, penginjil atau fulltimer. Itulah sebabnya Rasul Paulus kembali mengingatkan Titus agar ia bersedia menjadi saksiNya, "Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu." (Titus 2:15a). Kata 'beritakanlah semuanya' mengandung arti bahwa kita yang telah beroleh keselamatan, dipanggil untuk mengerjakan Amanat Agung int.- Dalam menjalankan misi ini kita tidak boleh mengurangi apa yang harus kita sampaikan, melainkan tetap mengingatkan bahwa "...semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya." (Roma 3:23-25a). Kita pun harus memiliki motivasi yang murni, bukan mencari hormat dan pujian manusia, tetapi semata-mata demi kemuliaan nama Tuhan, supaya Injil semakin tersebar luas di seluruh penjuru bumi dan banyak jiwa dimenangkan bagi Kerajaan Allah.
Paulus juga menghendaki agar Titus tidak menjadi lemah, namun terus menjaga integritas dan memiliki roh yang berkobar-kobar dalam menjalankan tugas dengan penuh kewibawaan, sehingga kehidupannya benar-benar menjadi kesaksian hidup. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengerjakan panggilan Tuhan sebagai pemberita Injil? Selagi masih bernafas, mari kita semakin giat bekerja di ladang Tuhan!
Gereja kelihatannya bertumbuh semakin melemah setiap tahunnya. Ajaran yang salah, apatis, dan kurangnya disiplin dalam bekerjasama untuk mengurangi pengaruh persekutuan di komunitas lokal dan dunia. Paulus mengungkapkan tiga cara sederhana untuk memperkuat gereja.
Waspadalah terhadap ajaran yang salah. Tidak ada pembunuh gereja yang lebih efektif selain keyakinan rohani yang keliru. Kita hidup di dalam dunia yang amoral dan penuh ketidakadilan, namun beberapa ahli filsafat menggabungkan sedikit kebenaran dengan kebohongan. Orang percaya yang tidak tertanam kuat didalam firman Allah dapat mudah kena bujukan terhadap semua tipuan tersebut. Gereja yang kuat membutuhkan penyampaian Firman Tuhan yang murni dari mimbar dan dipelajari oleh setiap jemaat secara pribadi.
Menghargai setiap Pelayan Tuhan. Terkadang jemaat gereja lebih sering mengkritik para pemimpinnya daripada menguatkan mereka. Tentu saja para hamba Tuhan yang lain secara otoritas dapat melakukan kesalahan atau jatuh ke dalam dosa karena mereka tetap sebagai manusia. Namun orang-orang Kristen ini telah mengabdikan dirinya untuk menyakinkan orang-orang lain mendengar dan mengerti akan Firman Tuhan. Setiap persekutuan tentu bertanggung-jawab untuk menunjukkan dukungan dan kasihnya; bagi mereka yang mengenal Allah tentu bisa lebih baik untuk menghormati pendetanya. Allah tidak akan menunjukkan diriNya kepada mereka yang tidak peduli dengan hamba pilihanNya.
Menerima satu dengan lainnya. Karena kita adalah persekutuan para orang percaya, kita hendaknya mengembangkan semangat kesatuan, sehingga setiap orang bisa diterima. Kebenaran ini tidaklah didasarkan atas prestasi individu, melainkan pada kenyataan bahwa setiap kita adalah anak Allah dengan setiap keunikan yang dimiliki di dalam kehidupan ini.
Kekuatan terbesar setiap gereja terletak pada para jemaatnya. Mulailah hari ini mempraktekkan latihan membangun kekuatan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Anda Silahkan Memberikan Komentar. komentar anda sangat penting untuk melatih berargumen dan memberikan manfaat bagi pembangunan diri menuju pembangunan bangsa Indonesia.